Saat Sebuah Karya Ada untuk Cacian bukan Pembuktian

apa jati dirimu ? saat seni mati dan dirimu adalah makhluk tak berseni-

apa jati dirimu ? saat seni mati dan dirimu adalah makhluk tak berseni-

Pagi, sumringah mentari menyilaukan pandanganku menuju sekolah. Hari ini, menuju liburan pendek. Sebuah hari biasa yang dilalui manuisa biasa. Ada apa ? Tak ada yang istimewa. hanya sebuah nyanyian manusia sekarat dan pelampiasan hari keramat. Ah apalah arti dunia, semua semu. Berusaha untuk tak tenggelam dalam keterpurukan, justru semakin terperosok karena sebuah opini beralibi kritik membangun.

Lucu, ya memang lucu. Saat Tuhan memberi seberkas nyawa dan membiarkan kita hidup dan berkarya, sedangkan orang lain hanya bisa berkomentar. Dalam Bahasa Jawa kasar “nyangkem”. Em, iya juga. Tuhan hanya akan berkomentar saat kita melakukan kesalahan, atau karena kita memang meminta petunjuk padanya. Tapi manusia ? memuji dan mengkaji seenaknya, ini karya. Apakah serendah itu jerih payah seorang seniman ? ada hanya untuk dicaci ? dan opini bahwa seni hanya penggambaran manusia minus akademik ? atau cara manusia untuk sok eksis ? BUKAN !
Tuhan ciptakan perbedaan untuk sebuah kesempurnaan, dan apalah arti seni kalau bukan menjadi pembeda antar setiap insan ? justru seni yang sangat memberi ciri khas pada diri manusia. Dan saat semua karya itu hancur karena sebuah cacian, apakah masih ada kesempatan untuk sebuah pembuktian ? bahwa sebuah karya ada untuk pembuktian bukan cacian. Dan semua manusia tahu, karya ada saat seniman masih berumur. Dan karya tersebut akan hilang, saat seniman itu mati. Haruskah semua pembuktian ini sia-sia selama umur masih melekat ? apa harus meregang nyawa untuk sebuah kepercayaan ?

Karya terbaik saat seni menjadi jati diri, bukan sebuah aksi anarki. Dan dari terbaik itu menjadi terkenang saat seni ada untuk sebuah pembuktian-

April- 2014

Advertisements

2 thoughts on “Saat Sebuah Karya Ada untuk Cacian bukan Pembuktian

  1. “justru seni yang sangat memberi ciri khas pada diri manusia. ” terimakasih telah memberikan arti sebuah seni melalui tulisan anda dan juga tulisan yang membuktikan bahwa seni ada ketika manusia ada.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s