Senja Ujung Kamera

Lagi dan lagi. Terimakasih, dimana semuanya berkutat dengan kamera dan rekaman lagu covernya disini aku menyela dan mengungkapkan betapa nikmatnya hidup tanpa terikat satupun beban. Aku tahu ini salah dan tak sewajarnya bagi seorang penuntut ilmu tingkat rendah sepertiku. Tapi entah kenapa logika terlena atas hamparan karuniaNya.

Senja yang nikmat, video tengah ilalang yang nyata dan betapa sakitnya duri ilalang yang sempat berapa kali kusampar dan kulekatkan selekatnya dengan kulit kakiku dan seluruh aura tubuhku. Ahh Tuhan nikmatnyaa.

Awan bergumal tersorot mentari yang oranye, merah, mungkin kuning. Bergumal tak begitu tinggi kurang dari 2 km, Bernama Kumulus, tapi atas ijinNya dan asumsi manisku awan cantik itu bernama ‘blowie’ aneh tapi aku bahagia. Satu – satunya awan yang cukup lama bertahan diantara awan lainnya yang dengan mudahnya tersapu angin. Awan itu berdiri tepat diatas rel kereta dan menaungi puluhan hektare sawah. Lukisan ini begitu indah.

Menjadikanku lupa bahwa kamera ini berguna sebagai perekam video klip tugas sekolah. Ah sudahlah, biarkan Tuhan membahagiakanku bila sedari malam aku gelisah sampai tak sanggup memejamkan mata karena tugas yang unyu juga mencekik. Terima kasih Tuhan, atas lukisan indah nan luar biasa ini. 🙂

aroma inilah, rasanyaa :3

aroma inilah, rasanyaa :3

lukislah ini, Tuhan mengijinkan, Her :)

lukislah ini, Tuhan mengijinkan, Her 🙂

Sampai akhir mataku tertup ku mohon hijau ini akan tetap menjadi hijau.

Sampai akhir mataku tertup ku mohon hijau ini akan tetap menjadi hijau.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s