SEORANG INTELEK YANG TERLUPAKAN

‘Gejolak politik provokasi memang sudah biasa terjadi, tapi hal yang luar biasa ialah persekutuan dengan provokasi menentang kebenaran dan melawan intelektual. Sungguh Mereka yang begitu sangatlah merugi!’

Hanya mereka yang berniat buruk, picik, munafik, pencoleng, penjilat, dan memrovokasi sampai menghina intelektual atas nama kesenangan duniawi yang akan terbakar habis dalam sebuah sumpah serapah.

‘Dan aku bersumpah, atas nama keadilan Tuhan dan harga diri wanita. Tak akan pernah lupa pada mereka yang berhutang keadilan dan harga diri. Dan tak sejumput jari kelingkingku mengenai mereka saat sukses telah aku genggam. Hingga mereka yang mempermalukan seorang wanita di muka publik akan berakhir di liang lahat bersama hutang-hutang mereka.’

Menjadikan kecerdasan mereka sebagai wadah menjatuhkan harga diri orang lain, merampas hak asasi hingga kemerdekaannya adalah pelaku pelanggaran HAM. Dan Tuhan mencatat mereka sebagai penjilat api neraka pertama kali setelah disulut dajjal nantinya.

Mereka yang mempergunakan kekuasaan dengan dalih melecehkan harga diri seseorang tak lebih dari seekor tikus pengerat yang hidup dalam lubang yang kotor, dan pemakan kotoran. Mengatas namakan kebijakan perubahan, merubah adat menjadi lebih ‘ngadat’ justru akan merasakan kesengsaraan di akhirat atas amanah yang terlecehkan. Mereka yang memuja kekuasaan demi menghina yang lemah tak lebih sewujud dengan anjing yang menjilati sisa makanan. Mereka yang mempergunakan anugrah Tuhan berupa bibir untuk memrovokasi dan menceritakan hal berbalik kebenaran hanya akan sewujud dengan fitnah kejam dajjal.

Menolak kebenaran dan melawan intelektual demi kepuasan hiburan duniawi yang mereka tujukan pada seorang dengan kecerdasan dan kemampuannya, pada suatu saat mereka akan kehilangan kecerdasan dan kemampuan mereka. Dan pada masanya mereka akan tunduk menangis, meraung, memohon pada seorang yang pernah mereka lecehkan, rampas kemerdekaannya, bunuh harga dirinya, menentang kebenaran serta melawan intelektualnya. Hanya untuk memohon pengampunan atas dosanya. Karena sumpah serapah yang telah ia ikrarkan pada Tuhan untuk mengutuk kebatilan, kebohongan, kejahatan sosial yang pernah mereka pahat di hatinya.

Agustus 2014

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s