Menyekap Rindu, Menjarah Kasih.

10616105_759953277404660_535838598110143090_n

Rindukah kau saat-saat kita selalu duduk berdua? Mendengarkan apa saja yang bergumam di ujung goa telinga kita. Menertawakan halusinasi yang selalu melintas di benak kita. Menafsirkan hal aneh penuh tanda tanya. Lucunya kita tak peduli waktu. Dan bodohnya kita kini terpenjara rindu. Mendengarkan ingar-bingar kehidupan yang memekakkan telinga. Berpikir sesuatu yang gila tak berguna. Hingga waktu yang memenggal kenangan itu.

Sungguh, aku ingin utarakan ini padamu. Cinta yang semula haru, kini pilu. Adakah rasa bersalah pada dirimu? Dulu yang selalu kita dengarkan, bicarakan, bahkan pikirkan selalu tak pernah terkira, mengalir begitu saja sampai satu antara kita tak tahu apa yang sedang kita bicarakan. Tapi kini, bicara hal alampun kita tak mampu. Apalagi cinta antara kita! Itu tak mungkin terjadi. Kekalahanku atas dunia fanamu kini telah mencapai titik yang telak! Aku rindu pada saat kita selalu membuat dunia fana menjadi hal yang lucu, tapi kini kau memujanya. Seakan tak ada dunia lain dihatimu.

Agustus Pupus- Hera Pangastuti

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s