Menipu

Ada saat dimana aku tak bisa percaya pada waktu, dimana hanya takdir yang tak mungkin menipu. mencintai usiaku saat ini, bilamana takdir telah memercayaiku untuk bersanding denganNya. Tak tega aku menipuNya, meski waktu hingga nasib telah menipuku secara diam-diam. Dan kini tak ada lagi keraguan bodoh dariku, sungguh kurasa hidup ini penuh tipu-tipu. Menjadikan diriku lebih dari seorang bocah penerima nasib, penikmat hidup, bahkan pecandu egoisme, karena seorang yang ragu tak akan mendapat sambutan surga.

Sedikit kata yang menipu, hasil pemikiran semu, tak tahu, dengan raga yang sedang lesu. Tuhan, terima kasih atas kuasaMu.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s