Cintashololle

Well, kutepati janjiku. Dan tepatilah janjimu pada Ra~

Well, kutepati janjiku. Dan tepatilah janjimu pada Ra~

Well, cinta lagi yang kacaukan pikiranmu. Ra? Siapa Ra? Mabukkan lisanmu di media sosial, kode-kode lucu penggaet Si ‘Ra’ yang misterius. Yang pertama kali tersirat di benakku, Ra ialah aku. Hera. Satu suku kata belakang nama panggilanku. Entah kau atau aku yang salah, kau yang sedikit gila karena cinta mengguyur logikamu bak Puisi Hujan Bulan Juni karya Sapardi Djoko Darmono. Huahaha, entah ini tulisan macam apa. Tapi tak bisa kuingkari janjiku untuk membuat sebuah tulisan ‘Cintashololle’ yang memang didedikasikan penuh untuk seorang Dyah Eka Pratiwi, gadis jelita pengagum Ra!

Hmmm, Well. Cintashololle, judul yang entah aku tak mengerti pula arti sambungan ‘shololle’ yang mengikuti kata cinta. Ahh biarlah, yang terpenting ini tulisan khusus kupikirkan untukmu tersayang, Well.

Cintashololle, cinta-shololle. Antara cinta sang pengagum, dan cinta sang penafsu. Sialan, nafsu lagi membumbung diatas nama cinta. Terdengar memang ngece sih, Well. Nafsu, maaf ya. Memang terkadang nafsu yang menyamarkan rasa kagum. Yang kagum berlebihan menjadi nafsu belaian, oh God. Dan antara keinginan yang tulus dan obsesi buta, sialan. Emm, oke maaf lagi ya, Well. Ini tulisan tak berakal, hanya berlogika dari seorang gadis surut cinta dalam benaknya.

Dan lagi, Well. Menurutku cinta kawula muda masa kini tak selebihnya berawal dari kekaguman, perasaan iba, dan terkadang ada pula yang berdasar nafsu. Dan aku yakin Si Ra dambaanmu mungkin menempati salah satu kolom kategori dasar cintamu sebagai kawula muda yang telah kusebutkan. Dan lagi ya Well. Aku nggak suka ngurusin hubungan orang, komentarin atau apalah. Tapi ini aku tulis bahasan cinta yang ‘iyuuh’ khusus untukmu karena dengan tidak atau sengaja kau sebut satu suku kata terakhir nama panggilanku yang membuatku semakin berpikir bahwa kau mengodeku secara terang-terangan dan blak-blakan, oh hmm. Sekali lagi, kenapa kau kukuhkan Ra-mu itu dalam benakmu? Pernahkah kau berpikir Ra akan menyimpak sedikit memori dibenaknya tentangmu? C’mon, jangan berlagak tak pernah mengenal cinta, ini dunia, kau mabuk nafsu belaka, maka celaka. Kuingin katakan, jangan kau sampai dimabuk cinta bertepuk sebelah tangan, pasti tak menghasilkan bunyi apapun ditepukanmu itu. Maka, berpikirlah, bahwa cinta adalah sebuah karunia, memintalah padaNya jangan pada Ra!

Dedikasi penuh kepada Dyah Eka Pratiwi
Tembusan kepada Si Ra atau Hera
Novembrio 2014

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s