Cakela

Malam kerinduan
Disinari temaram lampu jalanan
Keriuhan terdengar memekakkan
Ada yang tertawa, merayu, bercumbu

Di sini, terduduk sendiri
Di dalam cakela ramai
Gadis belia cantik jelita
Mengumpulkan senyuman
Menahan iman yang bergejolak
Menantang, meronta

Kehidupan membuatnya jalang
Terkadang rasa sesal,
harus ia makan penuh kerakusan
Agar jiwanya terlihat tenang
Dari segala riuh cibiran memekakkan
Lalu dia hanya bergumam pelan
Seraya tersenyum sinis menyedihkan
“Kita sama-sama membuat murka Tuhan.
Aku dengan tubuhku yang hina,
kau dengan mulutmu yang berdosa”

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s