Kamera dan Mata

Banyak sekali fenomena dan hal menarik telah saya lalui. Antara kewajiban, hobbi, tantangan, hingga liburan. Semuanya terkesan menyenangkan dan membanggakan.

Dalam kewajiban menjadi panitia acara perkemahan akbar di sekolah, yang memberi saya pengalaman tak terlupakan. Tersesat, berpikir di alam yang baru sekali saya pijak, hingga mengenal orang baru dan meminta bantuan padanya. Bertemu banyak pertanyaan dan kesulitan, kala itu saya hanya berpikir untuk terus berusaha hidup.

Berlibur seusai bekerja terdengar nikmat. Melihat indahnya dunia di pulau sebelah. Bagi saya, pulau ini ialah pulau seribu keajaiban. Keajaiban dimana saya bisa lahir dan memiliki sedikit cerita hingga tua nanti. Semua pemandangan ini mengharukan. Bagaimana sang pencipta membuat ini semakin terlihat mempesona. Sayang semua mata tak tertuju pada panorama indah kian menawan. Justru pasang mata ini tengah membidik lensa di benda kotak. Lensa kamera.

Lensa kamera dan lensa mata. Saya memiliki empat lensa, di indera penglihatan saya. Dua buah lensa karunia Tuhan yang sedikit kabur, dan dua lagi buatan manusia tentu dengan kehendak Tuhan membantu lensa mata yang kabur ini. Keempat lensa inilah yang puas melihat panorama memukau buatan Ilahi Rabbi. Terlebih sering saya mengabadikan hal-hal dan fenomena menawan buatan khas Tuhan dengan penglihatan saya. Sedangkan yang lain, membidik halus kameranya hingga berbunyi “cekriiip”.

Terlihat aneh bila saya hanya menggunakan mata ini untuk mengabadikan semuanya. Dan yang lain sibuk mengatur kameranya hingga fokus yang diinginkan. Yang saya tahu lensa mata ini selalu fokus dan tak perlu diputar seperti kamera itu. Hahahha…. šŸ˜€
Saya merasa Tuhan menciptakan pemandangan ini untuk dinikmati oleh makhluk-makhlukNya. Menjadi pengalaman indah yang siap diceritakan pada sanak saudara atau teman sebaya. Namun, foto saja sudah mengungkapkan keindahan tanpa harus bercerita.

Jadi, bagaimana menurut kalian? Menikmati momments dengan penglihatan karunia Tuhan atau kamera yang manusia banggakan?

Screenshoot dari instagram. Well, ini inspirasi saya untu menulis "Kamera dan Mata"

Screenshoot dari instagram. Well, ini inspirasi saya untu menulis “Kamera dan Mata”

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s