Yang Dipuja Dulu Hinga Kini

Temaram sinar rembulan

Gemerlap lampu disko perkotaan

Mereka selalu riuh bertengkar

Antara harga diri atau mati suri

Semuanya enggan berlalu menepi

Hedonis dan sok borjuis

Tapi sebenarnya meringis, kadang menangis

Karena selalu memuja

Angkara dan nafsu belaka

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s