Sajak Menjelang Malam

Jemari lagi yang menari sendiri

Rasa kantuk kadang menyerbu

Berbondong-bondong seperti semut

Ketika kewajiban berpantang keinginan

Hamba bisa apa?

Tuhan hendak apa?

Yang ada hanya nyanyian

Tak tega berkata penuh cacian

Seperti lagu yang ku dendangkan

Na nanana Na nananaaa~~

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s