Rambutnya bagus, kok ditutupi kerudung sih?

Camera 360

Hello~~~

“Rambutnya panjang. Wajahnya pas lo buat rambutnya. Sayang, kok ditutupi kain sih. Nggak takut lepek? Ketombean? Pengap? Sayang tuh.”

Haha, kalimat yang terbersit dari telinga kiri. Well, mungkin syaiton laki-laki yang sedang berada di sampingku. ya Allah wakakak. Ya, ini memang pemikiran yang gila. Suatu ketika dimana aku tertidur dalam waktu cukup lama. Aku yang menderita karena sistem imun yang memburuk. Aku yang selalu mencintai hedonis dan menelantarkan diri sendiri. Sehingga Tuhan sedikit menidurkanku secara paksa, ya mungkin untuk tanda kecintaanNya pada hamba yang hina ini. Sesaat setelah sembuh dari kutukan terbesar itu, entah malaikat yang kejegal apa turun dari syurga dan membisikkan do’a di telingaku setiap saat. “Tutuplah, sebelum tertutup semua.” Sedikit menakutkan. Semua kuanggap biasa pada awalnya. Sungguh, segalanya terjadi begitu saja.

Tuhan menyadarkan semuanya, hedonis, borjuis, westernis dan segalanya. Semuanya tertutup, terkungkung, terbelenggu rapat didalam selembar kain penuh do’a. Kerinduan dan nafsu, pasti menyerbu saat-saat pertama. Kadang terdengar “Coba nggak pake, pasti hitz” Wakakaka 😀

Well, jalan hidup siapa yang tahu. Tuhan pasti mendengar dan mengabulkan. Semuanya terkabul, tapi bukan dalam sekejap pinta. Terkabul, dan akan dirasa saat benar-benar dalam waktu yang tepat.

Sampai pada suatu hari, benar-benar ada orang yang berkata “Loh sekarang pake kerudung? Wah dah beda ya.” ada lagi “Cantiknya ketutup lo.” bahkan sampai begini “Emang udah ngerasa pantas? Nggak gampang lo, kalau cuman nanti dicopot sama aja munafik.”. Oke, sekarang begini aku akan bertanya. Sebenarnya Allah telah mewajibkan umat wanitaNya untuk menutup aurat bukan? Masalah pantas, siap, atau apalah itu urusan belakang, lalu yang pertama adalah meaksanakan seruan Allah, bukankah begitu? Lalu kenapa harus ragu? Manusia memang tak akan pantas menyandang apapun jika dia tidak mencoba memantaskan diri. Kadang aku berpikir, mereka yang menilaiku adalah orang yang lebih baik dariku atau justru… ya begitulah, haha 😀

Postingan ini begitu nggak berarti. Ini hanya gumaman kecil syaiton dan saya. Kami berseteru, berdebat, kadang berbicara kotor. Kami tak sama, aku tak mau sama dengan syaiton itu. Aku telah memiliki tudung sendiri. Tuhan menaungiku, dan aku menutup segala dosa dengan kesyar’i-anku. Semoga bermanfaat 🙂

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s