Tak Hanya Kartini : Siti Aisyah We Tenri Olle, Penyelamat Sastra Warisan Dunia “I La Galigo”

Biar sejarah yang bicara ......

Pertama-tama saya mengucapkan terima kasih hatur tangkyu buat Mba Widi Astuti yang telah bersedia mengirimkan tulisannya yang katanya Insya Allah sebentar lagi akan terbit dalam bentuk buku tentang Tokoh Pergerakan Perempuan Islam Indonesia. Kedua, jelang peringatan hari Kartini 21 April, lewat tulisan “Tak Hanya Kartini” banyak hal yang perlu perenungan ulang terhadap simbol perjuangan perempuan yang sematkan pada R.A. Kartini. Dalam tinjauan historis “Tak Hanya Kartini” berarti sebelum Kartini banyak perempuan-perempuan Indonesia yang punya peran penting dalam pergerakan dan perjuangan melawan penjajahan Belanda. “Tak Hanya Kartini” berarti pula masih banyak perempuan-perempuan Indonesia yang perannya melebihi peran Kartini. “Tak Hanya Kartini” dalam pandangan kekinian berarti pula perempuan-perempuan Indonesia di masa kinipun musti bisa berkarya dan berjuang untuk sebuah keyakinan dan cita-cita yang luhur dan mulia. Dan terakhir… “Selamat Hari Perempuan Indonesia

Selanjutnya masih melanjutkan kiriman tulisan dari Mba Widi Astuti tentang tokoh pergerakan perempuan Islam di…

View original post 1,351 more words

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s