Merdeka dalam do’a

satu di antara mereka telah pergi

satu lagi telah terbujur ngeri

saya sendiri yang menjadi saksi

di mana Tuhan telah gagah mengadili

dan yang lain hanya bisa terdiam berdiri

mengantri ajal yang kian kemari

sungguh, aku pun bergidik nyeri

sebentar lagi

akan kutemui

kemerdekaan atas diri ini

sesaat lagi

setelah aku berdiri

dan menempatkan diri

di depan tiang penghabisan ini

sungguh sesaat lagi akan kutemui

surga di antara jemari kaki ibunda

dan yang kusebut kemerdekaan atas diri ini.

Selamat merayakan kemerdekaan Indonesia,

jangan lupakan kemerdekaan diri kita

dan sayapun masih berjuang untuk lekas merdeka

dari belenggu kebodohan dan angkara murka.

Selamat berjuang, semoga selamat hingga merdeka terasa nikmat

dan tiada nikmat yang terasa laknat bagi hambaNya yang taat.

IMG_20150819_161815

Terkadang kita perlu bersua, berbincang seadanya, tapi dapat menumbuhkan bahagia.

20 Agustus 2015

Dalam pengharapan dan doa akan kemerdekaan yang hakiki dari Ilahi Rabbi

“Memang saya rasa ada hubungan antara penjara dengan kemerdekaan sejati. Barang siapa yang menghendaki kemerdekaan buat umum, maka ia harus sedia dan ikhlas untuk menderita kehilangan kemerdekaan diri-nya sendiri.” Datuk Sutan Malaka (Tan Malaka)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s