Bukan Gadis Ayu

Aku kira tak banyak hal seputar dunia

yang akan membawaku kepada fana

dan melambungkan asa setinggi angkasa

atau menjatuhkan diri yang terlanjur berharga.

Aku anggap semua adalah berkah Tuhan

yang tiada tara nikmat yang kurasakan

tapi aku lupa

bahwa sebenarnya, pemain terbaik adalah diriNya

hingga aku adalah seorang pecundang yang hina.

Tapi tahukah kamu apa yang sebenarnya terjadi.

Aku telah jatuh hati

pada lelaki tampan yang pernah duduk di bangku sebelah kiri

padanya yang sempat lirih bertanya.

Aku coba untuk bertanya pada Ibunda.

Cinta ada atau tiada.

Apakah cinta adalah Ayah atau benda.

Berapa harga cinta atau mencarinya di mana.

Tapi kamu tahu apa jawabnya.

Ibunda berkata

Cinta adalah semua yang aku punya

Cinta bukan harga atau benda.

Katanya, akupun berupa cinta

di mana aku lahir karena cinta.

Lalu siapa cintaku?

Sungguh, kuanggap itu dirimu.

Sayang, Tuhan tak berpikir begitu

hingga kutemui kenyataan yang sebenarnya semu.

Hendak aku murka atas itu

tapi Tuhan lebih kuat merayu.

Aku jatuh cinta pada seorang yang salah.

Aku salah menafsirkan permainan Tuhan.

Aku benar pada kesalahan menyedihkan.

Aku terkulai dan mengutuknya si tampan.

Lelaki tak berdosa tapi membuatku terlena.

Aku pun tak merasa pantas

bila dibanding gadismu yang lebih berkelas.

Aku pun bukan gadis borjuis

seperti gadismu yang selalu menenteng tas klimis.

Akulah wanita yang terduduk dulu

ketika masih belia dan sama-sama belum mengenal cinta.

Sudahlah, itu dulu.

Apalah daku, bukanlah gadis ayu~

Advertisements

4 thoughts on “Bukan Gadis Ayu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s