Jangan!

Aku datang

untuk kerinduan yang menyerang.

Aku ucapkan

Hai, kawan mari kita raih kejayaan

Hai, kawan mari kita rebut hak yang sempat tercampakkan.

Aku nyanyikan

untukmu, dia, mereka, dan kita agar sunyi sirna dalam atmosfer perjumpaan

untuk kepercayaanmu, dia, mereka, yang kuemban

untuk segala do’a, pujian, harapan akan kebaktian.

Aku dendangkan

sebuah nada semangat yang mengekalkan

sebuah langgam yang lembut lagi menenangkan

sebuah puisi bernada kesukaan.

Aku berdiri

menantang mentari

menjejak bumi.

Sudikah kau berdiri?

Bersama raga yang hina dina ini?

Bergandengan mengikat janji

Untuk Tuhan yang sedang menulis takdir hari ini.

Aku tahu

kedatanganmu adalah tabu

kau bawa harga di pundakmu

kau jinjing sombong di kedua tanganmu

kau dongakkan wajah angkuh lagi kelu

Sudahlah! Pergilah!

Bersama harga diri.

Kami hanya sepotong dadu Tuhan

ancaman menang atau kalah menjadi bayangan.

Kau tahu?

Tak perlu kau tunjukkan

aku pun sadar benar

aku rindu yang tak terbayar

aku nafsu yang belum habis di atas ranjang

aku duka di antara gembira

aku bahagia di antara kekejaman dunia.

Aku tahu,

tak perlu kau tunjukkan.

Aku tak sanggup berdiri kokoh

tanah enggan menerima kakiku

matahari tak sudi memandang wajahku.

Ingin kumaki, manusia-manusia kejam hobi diskriminasi.

Tapi apalah, aku hanya gazebo tak berbentuk.

Berdiripun enggan, apalagi untukmu sekadar singgah.

JANGAN!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s