[Album] Novembrio II “Statistika Kehidupan”

Setelah menerbitkan Novembrio pertama yang berisi kegilaan menyenangkan, kini saya penuhi janji untuk melahirkan Novembrio lainnya. Hingga akhir bulan November tahun ini. Entah mengapa November tahun ini akan menjadi titik balik kehidupan saya (mungkin). Baiklah, mari dimulai!

07 November 2015

Kamis (05/10) setelah pulang sekolah, setelah jingkrak-jingkrak bareng Mbak Tantri, dkk. saya mendapat kabar sedikit menyedihkan. Hari itu, Ibu saya berniat melepas IUD yang memang telah habis masa pakainya selama 5 tahun. Hari itu Ibu saya menemui seorang dokter yang dulunya juga memasang IUD pada Ibu saya. Namun, dokter itu berkata bahwa IUD belum bisa dilepas karena ternyata ada polip di serviks Ibu saya. Sang dokter pun menyarankan untuk dilakukan operasi agar polip bisa diangkat. Ibu saya setuju, Bapak setuju, saya cuman bisa ngikut dan berdo’a, sementara Mas Edo malah sudah punya acara ke Demak, jadi ia pun hanya bisa berharap dan berdo’a jarak jauh. Hari Jum’at (06/10) Ibu saya masih bekerja seperti biasa di ruangannya, Ruang Mawar. Lalu saya dan Bapak saya menjemputnya jam 18.00 di ruangnya bekerja untuk pindah ke ruang perawatan, VIP Cempaka No. 01. Setelah proses pemindahan selesai, saya berangkat les pukul 18.30. Seusai les, saya pulang ke rumah, tidur sendirian di rumah tanpa siapapun karena Mas Edo dalam ekspedisi ke Sayung, Demak untuk penelitian DAS-nya.

Untuk kesekian kali saya tidur sendirian di rumah peninggalan zaman Belanda. Tidak besar dan luas memang, tapi letak geografisnya di antara kebon yang gelap, di pinggir sungai desa dengan pohon bambu yang lebat. Terkadang suara jangkrik dan gesekan antara bambu membuat saya harus menghibur diri agar pikiran tetap dalam keadaan positif.

Keesokan harinya saya bangun terlambat, sial. Saya harus mencari sarapan ke rumah tetangga yang menjual nasi gudhangan. Sialnya lagi saya kehabisan. Dalam keadaan terburu-buru, saya menyiapkan alat-alat mandi lalu membersihkan diri. Memasukkan alat sholat, laptop, buku bacaan, charge laptop, hp, dan dompet ke dalam tas. Tidak lupa minum air putih. Kemudian saya menancap gas menuju rumah sakit daerah di kota tempat saya tinggal. Rumah sakit masih tampak sepi, hanya beberapa keluarga penunggu pasien yang lalu lalang hendak pulang atau malah baru saja sampai. Saya berjalan sedikit tergesa atau memang cara jalan saya yang cepat, meunuju ruang perawatan Ibu saya. Operasi dilaksanakan sekitar pukul 08.20. Ketika operasi sedang berlangsung, saya merasa sangat lapar. Saya memutuskan untuk meninggalkan Bapak saya untuk mencari sekadar nasi. Saya memutuskan untuk makan nasi soto di sebuah warung makan Soto Pak Slamet di Klaten kota. Saya kembali ke RS pukul 09.05. Saya lihat di koridor penunggu pasien operasi tidak ada sosok Bapak saya. Kemudian saya berasumsi bahwa operasi telah selesai dan Ibu serta Bapak sudah di ruang perawatan lagi. Ternyata benar. Ibu sudah terbaring di bed dan Bapak menonton TV. Ibu masih setengah sadar dari biusnya.

IMG_20151107_145340

Sementara itu, saya dan Bapak menonton acara TV. Sekitaran pukul 13.15 kala itu, saya duduk di bed tempat tidur penunggu pasien bersama Bapak. Kebetulan saya duduk di ujung bed tepat di depan pintu kamar mandi di ruang tempat Ibu saya di rawat. Untuk pertama kalinya saya merasakan hal mistik di siang bolong.

Jadi, begini kronologisnya. Saya tengah asyik membaca buku kumpulan rumus dan mendengarkan iklan TV berkumandang. Bapak pun asyik dengan handphone-nya yang belum termasuk smartphone. Sebelumnya saya baru saja dari kamar mandi untuk buang air kecil. Setelah itu pintu kamar mandi saya tutup rapat dan saya cek benar-benar sudah tertutup rapat. Setelah itu, saya matikan lampu kamar mandi.

“Cklik”

Tiba-tiba sekitar 10 menit kemudian, pintu kamar mandi terbuka dengan lembut disertai suara deritan engsel pintu yang sudah tua. Bukan terbuka sedikit, tetapi cukup lebar, kira-kira selebar satu tapak kaki orang dewasa. Saya kaget, begitu juga dengan Bapak saya. Kemudian saya menutup kembali pintu kamar mandi itu seraya berujar lirih.

Hallloooo~~~

Kemudian, saya baru sadar, jika paviliun tempat Ibu saya dirawat adalah paviliun yang sudah berdiri sejak zaman Belanda. Arsitektur bangunannya pun kental aksen Belanda. Daun pintu yang lebar dan tebal, jendela sekitar setengah meter, dan lorong-lorong panjang dengan langit-langit berbentuk setengah lingkaran. Bahkan Rumah Sakit yang menjadi mata pencaharian Ibu saya itu menjadi tonggak awal Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada dulu.

Hari semakin sore, saya dan Bapak keluar mencari makan siang di barisan pedagang di luar kawasan RS. Kami membeli nasi soto dan teh hangat. Setengahnya makan, hujan turun, langit gelap. Bapak khawatir kalau rumah kami akan bocor. Maklum, beberapa hari lalu atap rumah kami sedikit dirempeli  oleh oknum penjual sekam padi yang melintas di jalan samping rumah kami karena overload. Bapak hanya mengulang kalimat sama, “Duh, gek omahe piye yo?”. Sesekali Bapak tanya “Nanti kamu jadi tidur di rumah lagi? Apa tidur di sini aja?”. Ya spontan saya menjawab, “La wong lampu luar, depan, samping rumah aja tak matiin kok. Nanti jadi horror no. Aku pulang aja nanti habis Magrib.” .Setelah selesai makan, Bapak membayar harga makanan yang kami habiskan. Lalu kami bergegas kembali ke ruang tempat Ibu dirawat. Hujan semakin deras, kilat menyambar-nyambar. Drainase RS meluap, banjir seketika. Maklum, RS tempat Ibu saya dirawat adalah RS tua yang sudah berdiri sejak zaman Belanda. Kamar perawatan Ibu pun tak luput dari banjir hebat.

IMG_20151107_145751   IMG_20151107_145755

Setelah banjir memenuhi ruangan Ibu saya, akhirnya perawat memindahkan Ibu saya dari Paviliun Cempaka No. 1 menjadi Paviliun Cendana No. 9. Kamarnya lebih luar, sedikit tidak horror dibanding yang tadi. Tapi tak begitu lama, saya langsung pulang karena sudah lebih dari waktu Magrib dan saya belum mandi.

09 November 2015

Hari Senin kembali menyapa pemirsa. Kembali dengan kesibukan biasanya, seragam putih semu abu-abu, Pekerjaan Rumah, buku, dan teman-teman. Hari ini dimulai pelajaran Bahasa Indonesia. Tempat duduk saya yang berada di pojok sayap kanan kelas, memungkinkan saya untuk tidak mencatat semua tulisan Ibu Neni di papan tulis. Ya, kembali lagi masalah mata minus-silindris yang memang sudah tidak bisa 100% lagi walaupun sudah ditolong dengan kaca mata. Well, Bahasa Indonesia rampung!!! Waktunya istirahat dan berarti sarapan! Setelah berlakunya 5 hari kerja, saya menjadi terbiasa mempunyai pola makan tidak sehat, bisa saja sehari hanya makan 2 kali. Terkadang makan malam pukul 22.00. Setelah melahap masakan Ibu yang super duper nikmat, bel berbunyi tanda pelajaran selanjutnya mesti harus dimulai. Dan selanjutnya adalah Fisika! Well, Pak Agus Cahyana lagi melaksanakan UKG (Uji Kompetensi Guru) di ruang SPKG bagian belakang sekolah. So, kelas kosong tapi sudah diberi tugas terlebih dulu. Hihi…

11223749_818884001554375_9021107708568577978_n

UKG wilayah Jakarta dikunjungi langsung Mentri Pendidikan dan Kebudayaan RI Anies Baswedan

Tapi, untuk wilayah Klaten diserahkan kepada SMA N 1 Klaten. Yeaaaayyy!!! Sebagai  sekolah favorit dan model percontohan bagi sekolah menengah atas setingkat Klaten, ini adalah awal bagi sekolahku tercinta untuk mengembangkan sayap persaingan yang lebih global! Semangaaat!

10 November 2015

Hari Selasa dan Upacara Bendera dilaksanakan. Tepat memperingati Hari Pahlawan Nasional 2015 SMA N 1 Klaten melaksanakan upacara bendera dan pembacaan kata-kata mutiara pahlawan. Upacara berjalan lancar, dan seperti biasa pada akhir upacara selalu ada pengumuman kejuaraan yang diraih oleh siswa/siswi SMA N 1 Klaten. Tapi, kali ini berbeda karena akan lebih banyak pengumuman dari perlombaan AuroSpectra 58 kemarin.

Awalnya CIAMIX sudah bersedih hati. Diantara trah atas, tinggal kami (XII MIA 6) dan XII MIA 5 yang sama sekali belum mendapat nomor sebagai pemenang. Mading yang saya buat bersama Yuti, dkk. asli bahan dasar full organik pun kalah dengan mereka yang berbahan gabus. Padahal jelas dalam peraturan Mading berbahan organik. Hah~~~

Literasi, bagian ini sudah benar-benar di-gulowentah sekelas. Mulai dari buku, rak, tenaga, dll. Koordinatornya Ruri dan Vicky. Ruri menyumbang sejumlah buku kerennya beserta rak buku superduper keren abis berbentuk pohon. Sementara Vicky sibuk mendata buku dan membuat pengarsipan. Sempat Ruri bilang begini saking hampir kecewanya.

Nek Literasine ra menang, rak e gowo mulih! Kukut, diq! Wuakaka

Dannn, akhirnyaaaaaa.

Lomba literasi kelas, Juara Satu. Kelas… XII MIA 6!

Beloved ABNORMAL friend -RURART-

Tetaplah menjadi pecinta! Karena cinta selalu datang, walaupun lebih sering pergi meninggalkan.

Wuuuiii! Sorak sorai saya dan teman-teman dengan saling berpandangan tidak percaya. Akhirnya Ruri mewakili kelas saya untuk mengambil penghargaan dari panitia. Ruri memang gadis pembaca buku. Banyak sekali koleksi buku keren nan mahal lagi langka ia punya. Mulai dari penulisnya Pramoedya, Kartini sampai jurnal perempuan karya Dewi Candraningrum dan masih banyak lagi. Ruri memang teman permainan yang asyik. Ndeso tapi ilmunya tinggi. hihi!!!

Setelah itu, nama kelas kami dipanggil lagi untuk kejuaraan Menghias Tumpeng uyeeaaah!!!

Lomba menghias tumpeng. Juara tiga. XII MIA 6

Yaa, biasalah ya. Kelas paling urakan teriaknya nggak karuan. Kali ini yang maju Ismi Putri, sang koki kelas. Masakannya enak, suka bawa makanan, dan yang paling sweet adalah Ismi pernah ngasih aku red velvet cake!!!

Ya, kami merasa sudah sangat bersyukur dan ikhlas kok, dengan kemenangan dua lomba tadi serta dua predikat yang melekat di salah satu teman kami, Rachmat Khoirurrizal sebagai Mas Smansa 2015 dan Mas Favorit 2015. Tapi, panitia masih menyimpan satu piala untuk sang juara umum. Saking udah capeknya, beberapa siswa dari CIAMIX duduk jongkok seakan nggak peduli siapa pemenangnya. Toh kita udah seneng sekarang. Dan saat panitia mengumumkan pada microphone cempreng, terdengar saup-saup.

……… XII MIA 6!!!!! Selamat kepada XII MIA 6 sebagai Juara Umum AuroSpectra 58 2015. Kepada perwakilan kelas dimohon maju kedepan untuk menerima piala dari Bapak Kepala SMA N 1 Klaten.

Yang tadinya duduk, sontak bangkit bahkan melompat. Yang tadinya ngomong sendiri sekarang teriak-teriak sendiri. Semuanya kegirangan. Takut salah dengar, benar XII MIA 6 atau bukan. Tapi nyatanya selain kami nggak ada yang bersorak kok. Beberapa teman dari kelas lain yang mengantongi banyak hadiah berupa jajanan sempat kaget.

Loh, kok MIA enem? Bukane mau mereka menange mung loro?

Well, ya nggak tau sih ya. Bagaimana panitia menilai. Saya pun sebagai koordinator kekompakan kelas bersama Lita Kartika juga hanya berusaha semaksimal mungkin. Bahkan kalau menurut kami, banyak kelas lain yang lebih WOW!!! kompaknya. Mungkin karena setiap salah satu teman kami mewakili perlombaan di AuroSpectra kemarin, kami selalu menjadi squad terdepan dalam sorak sorai. Bahkan yang paling “ganas” waktu tarik tambang. Kami yel-yel bareng, nyanyi bareng, nuding-nuding orang bareng, ngecengin orang bareng, walaupun akhirnya kalah. Wkwkw. Sewaktu Mas Mbak Smansa, saat Rachmat tampil, kami setidaknya selalu bilang.

Rachmat ganteeeeeenggggg!!!!! Rachmaaaaaattttt auuuuuu!!!!!!!!!!

But, semua itu adalah berkat Menik! Ya! Adik kelas X yang menjadi anggota OSIS yang pada saat lomba tarik tambang menjadi korban ke”ganas”an kami. Adik kelas yang sebenarnya bernama Eni menjadi bahan kekompakan kami. Ya kompak teriak, kompak nuding, sampai terpikir untuk nyanyi yel-yel karena Menik!

Tengss Menik!!!

Well, ini dia CIAMIX!

IMG-20151110-WA0009

Nah yang paling atas itu piala Juara Umum AuroSpectra58. Dan piala yang lain adalah penghargaan untuk HUT tahun lalu. CIAMIX JUARA UMUM! CIAMIX CHAMPIONE! FORZA CIAMIX!

IMG-20151110-WA0019

CIAMIX!

IMG-20151110-WA0016

C for CIAMIX

IMG-20151110-WA0015

I’m SMANSA, You’re SMANSA, We’re SMANSA. We’re the ONE!!!

IMG-20151110-WA0010

SMANSAAAAAA!!!!

Tapi jangan lupa sama amanat pembina upacara tadi, Pak Kartono. Beliau bilang, jadilah pahlawan masa depan! Tentu dimulai dari sekarang! Semangaaaatttt!!!!

CIAMIX SANGAR, CIAMIX CHAMPIONE, FORZA CIAMIX!!!

11 November 2015

Sekitaran pukul 18.45 terjadi gempa dengan kekuatan 5,6SR. Menurut info dari BMKG, gempa terjadi dari kedalaman 93 km dengan Lok:8.97 LS,110.19 BT (120 km BaratDaya Bantul-DIY).

CTh5NatVEAEj5J1

Yang membuat gempa ini tak terlupakan adalah, sesaat setelah gempa bahkan belum ada 5 menit suara adzan Isya’ menggema. Menyerukan bahwa umat Muslim segera melaksanakan kewajiban shalat 5 waktu. Subhanallah…. syahdu~~~

14 November 2015

Hari ini hari libur sebenarnya. Tapi bagi SMANSA’16 diwajibkan untuk datang menghadiri foto BTS angkatan dan organisasi serta ekstrakurikuler. Ya, janjinya panitia sih jam 7 foto. Tapi nyatanya baru kelakon jam 10an. Sementara nunggu, saya dan beberapa teman foto bareng menggunakan jas almamater untuk terakhir kali sebelum ujian beruntun tiba menyapa.

20151114_075639

Boleh kalian tahu, kalau kami gangster! Wuakaka

CYMERA_20151114_081700

Tapi kami saling menyayangiiiii ({})

20151114_074232

Dan kita calon wanita sukses!!!

20151114_074640

Kami tak akan pernah lupa satu sama lain!

DCIM101GOPRO

O gitu~~~

DCIM101GOPRO

Hallooooo!!!~

Itu beberapa catatan beserta foto yang sempat saya rangkum dalam Novembrio edisi II. Dapat diambil pelajaran bahwa setiap detik, jam, hari, bahkan minggu tak pernah bisa kita bayangkan apa yang akan terjadi. Semua seakan telah menjadi album tersendiri oleh Tuhan. Bahkan sampai setiap kedip mata sudah tersimpan rapi di sana. Sedangkan kita hanya bisa bertawakal, berusaha, dan berserah diri. Apapun itu adalah takdir dan kita harus menerimanya. Seperti rangkaian persitiwa Novembrio II kali ini. Setelah ditimpa penyakit, saya diberi kebahagiaan melalui CIAMIX. Siapa sih yang tahu rencana Tuhan? Siapa yang berani berdusta dengan semua kenyataan senyata ini? Siapa? Sungguh Allah Mahaadil, Mahabesar!

Okeee, segini dulu aja deh yaaa. Karena foto yang lain masih mlipir di kamera orang. Hihi, sampai jumpa di Novembrio Selanjutnya!!!!

NOVEMBRIO

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s