Ujian Praktik, Momok atau Hiburan?

Hari ini ujian praktikum kelas XII SMA N 1 Klaten resmi dimulai. Kelompok terbagi berdasarkan ruang Try Out. Pas sekali saya menempati ruang 9 dengan menjadi nomor terkecil atau paling awal. Bersama 19 teman CIAMIX lainnya, hari ini kami menunaikan kewajiban sebagai siswa untuk ujian praktik Kimia dan Seni budaya.

Jam pertama mulai pukul 7 tepat di laboratorium Kimia. Menggunakan jas lab membuat kami lebih pede. Ada 13 praktikum untuk 20 peserta. Dalam arti lain ada beberapa praktikum yang dilakukan berkelompok dan sendirian. Seharusnya saya sebagai nomor terkecil absen paling awal dan mengambil kopyokan jenis praktikum pertama kali. Tapi, yang lain sudah terlihat kemerungsung masih digonteli Ruri dan hal lain. Walhasil saya mengambil kopyokan terakhir. Setelah saya buka, saya mendapat nomor praktikum 8 yakni Elektrolisis. Wahaha.

Elektrolisis sebenarnya tidak sulit untuk praktiknya, tidak seperti koloid, protein, pembuatan ester, atau titrasi. Tapi setelah menyelesaikan praktik, saya yang berasangan dengan Imanishi melakukan uji lisan. Berhadapan dengan 2 penguji yakni Ibu Widi dan Ibu Indarwati. Untuk teori bersama Bu Widi, Imanishi zonk. Ketika Bu Indarwati saya zonk. Lengkap!

Sebenarnya ujian praktikum bukanlah kesulitan luar biasa. Namun, kita pun perlu belajar. Masa iya, waktu praktik terus cuma mlongo sedangkan yang lain ubrek klontangan. Yang lain bingung kita malah nangis saking nggak mudengnya. So, apapun ujiannya seberapa sulit atau pintar pengujinya ujian kali ini hanya bikinan manusia. Masih banyak ujian yang menunggumu yang merupakan ujian dari Tuhan.

Nah, besok ujian praktik Biologi nih! 12 praktikum yang harus nglothok karena 2 pengujinya the master of Biology SMANSA Klaten. Yakni Bu Turweni sang master kunci determinasi, tumbuhan, dan hewan. Kemudian Bu Listyorini sang atlet lari yang juga master biokimia, reaksi tumbuhan, dan metabolisme makhluk hidup. But, jangan pernah takut, ini bukan momok juga bukan hiburan. Ini hanya ujian, bukan hanya. Ini adalah ujian, yang pasti berlalu dan harus kita lewati. Kalaupun blank yaudah ketawa aja. Hihi

 

Jangan lupa bahagia, karena hidupmu selalu berarti.

Pelajar yang selalu menuntut ajar

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s