Semakin dekat ujian, semakin dekat pada Tuhan

Tak terasa sudah menjejak hari yang kesekian dalam perjalanan belajar saya, juga tak sampai 2 minggu untuk memegang mouse dan menghadap layar PC selama satu minggu full. Ya apalagi kalau tidak Ujian Nasional. Acara wajib yang udah turun temurun, dari saya SD sampai gerang SMA kaya gini masoh dilestarikan dan disempurnakan. UN kali ini adalah UN terakhir sepanjang hidup saya, tapi tak menutup banyak pintu yang mempersilakan masuk ujian lain silih berganti.

Banyak fenomena yang terjadi seiring waktu berjalan mendekati UN. Ada siswa yang mendadak sigi alias sinau giat (bukan saya), ada yang les sana sini (saya jarang datang bimbel), ada yang beli buku ini itu (saya cuma beli beberapa), ada yang nangis karena terlambat menyadari bahwa materinya banyak (mungkin saya termasuk dalamnya), ada pula yang kian dekat pada Tuhannya, mengais kebesaran dan keberuntungan atas kuasa-Nya (saya buangeeet).

Well, saya termasuk siswi yang yaa kurang beruntung tidak mencicipi undian berhadiah SNMPTN, tapi saya enjoy aja. Semua udah diatur Tuhan, saya masih bisa usaha kok. Di samping itu, banyak ujian batin silih berganti, hilir mudik tanpa permisi. Mulai dari (hampir) durhaka sama Mama, malas, dan kegiatan buruk lainnya. Sebenarnya saya sadar, tapi yaa manusiawi. Sadar bahwa saya bukanlah apa-apa tanpa keberuntungan dari Tuhan, maka saya bermetamorfosis dengan sikat dan cepat.

Saya merubah perilaku, pikiran, jalan hidup. Sadar bahwa pernah menyakiti hati Mama, yang berarti gugur sudah amalan saya, saya sangat menyesal. Ribuan kali menangis dalam sujud untuk mengais ampunan Illahi. Puluhan kali nangis di pundak temen (re: perempuan) rohis yang hatinya adem ayem buat curhat. Udahlah nggak usah hiperbola, hmm. Intinya sekarang saya selalu ikhlas. Mulai dari Try Out belajar giat tapi nilai tetap skakmat, yaudahlah ya mungkin saya masih kurang belajar. Usek yang kadang ZONK, yaa semoga besok bisa membalas di UN. Udah gitu aja. Soal mau masuk mana, mau pilih prodi apa alhamdulillah udah dapet restu terbaik Mama dan Papa uyeaaaah!

Saya pun masih merasa malu, sangat malu. Betapa menjijikkannya saya yang mendekat pada Tuhan baru pada kesulitan tiba. Padahal tak sekalipun Tuhan ingin jauh dari saya (saya kira) karena dengan hati yang ikhlas dan rendah, saya memohon. Begitupun Tuhan mengabulkan dengan nikmat dan sempurna. Subhanallah 🙂

Btw, saya mau jadi peternak. Kenapa? Kok nggak ambil dokter, perawat, farmasi, teknik, atau apalah yang sesuai sama cewek. Haha. Kaay, jadi saya mau menghilangkan image ‘perempuan ternak anak’. Kasar ya? Banget! Makanya saya mau jadi peternak sapi perah, kuda liar yang sukses sampai ke Switzerland. Buka perusahan susu yang besar dan bikin acara di CFD se Indonesia “Bagi Susu Gratis” dan melancong ke pedalaman ngasih pengertian gizi sempurna untuk anak. Sederhana kan? Cuman beli sapi, dipelihara, diambil susunya, jualan. Haha, nggak juga kali.

Tapi, ya masih banyak juga kepinginan Mama dan Papa buat punya anak perempuan yang kalem dan lempeng aja hidupnya. Haha, ya apa aja yang mereka sabdakan pasti saya iyakan. Biar jalannya selalu lurus dan mulus. Semoga Tuhan selalu meridhoi. Oya selamat melaksanakan Ujian Sekolah siswa Klaten! Integritas nomer satu ya! Sukses selalu, luv yuu~

Advertisements

3 thoughts on “Semakin dekat ujian, semakin dekat pada Tuhan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s