“Sudah jarinya jangan untuk ngitung hari, untuk berdzikir saja!”

Uyeaa selamat pagi hari Sabtu akhir di bulan Maret! Pagi yang sedikit mendung di sekitar Klaten, dingin, dan syahdu bersama kicauan burung piaraan Papa. Happy long weekend juga buat kamu-kamu penikmat hari libur (yang sebenarnya saya termasuk dalamnya), selamat belajar lagi kuucapkan untuk siswa-siswi SMA/K se-Indonesia menjelang yaa berapa jam lagi UN. Dari yang lain menghitung jemarinya untuk hari-hari sempit ini, ah sudahlah saya pun lupa kapan tepatnya, haha.

Tak lupa saya ucapkan beribu maaf kepada semua pembaca, teman, keluarga, fans, haters, penikmat tulisan saya, dan semuanya yang telah hadir silih berganti dalam hidup saya. Kebodohan, kecerobohan, kemalasan, kekufuran, kemaksiatan terlalu mudah melekat pada diri manusia tak terkecuali saya. Untuk itu tak perlu menunggu lebaran ketupat, saya mohon maaf kepada siapapun yang telah bersinggungan dengan saya, semoga apapun dari saya selalu bermanfaat bagi semuanya, amiin yaa Rabb. Tak pernah lupa saya mengucap syukur atas nikmat-Nya bisa menulis tulisan sederhana ini dengan hati dan rasa deg-deg ser, mengingat ujian kecil ngawe-ngawe di muka minggu awal April besok. Rasanya usia saya begitu cepat dan tak perlu menunggi lebih lama, takdir berlalu meninggalkan dirimu bukan bersamaku.

Jadi begini, di hari yang sempit ini jujur saja sebenarnya banyak salah jika saya menulis dan menghabiskan waktu untuk membaca postingan-postingan di wordpress. Tapi nggak apa sih, menurut saya tak ada waktu yang terbuang jika yang kamu lakukan adalah berguna. Jadi, apapun yang kulakukan walau bukan bertujuan untuk ‘belajar’ yang terpenting adalah kegunaannya, bagimu juga (mungkin). Nah daripada galau ngitung hari, mending bareng-bareng berdzikir pake jari yang sama. Toh UN cuman tinggal 9 hari, sedangkan setiap hari kamu minimal bisa berdzikir 5 kali. Lumayan kan?

Andai saat UN nanti tak boleh membawa satupun barang selain yang menempel pada tubuh, kita bisa kan sambil berdzikir kalau emang udah buntu dan nggak tau harus ngapain. Sedangkan dalam ruang laboratorium komputer full AC, sesak, dan pusing karena menatap PC kelamaan. Jadi Allah Mahabesar, Mahaadil, Mahamengetahui, andai kita tak bisa, Allah selalu bisa, andai kita lelah, semoga Allah beri semangat.

Sebelum semuanya berlalu, biarkan dalam waktu sempit ini aku melakukannya dengan hati, dengan cinta, bersama Allah.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s