Kehidupan Pasca UN

Wohoo, H+3 selepas UNBK selesai. Banyak cuit-cuit soal pelaksanaan UN baik PBT maupun CBT. Tapi bagi Mendikbud semua itu cuit-cuit yang akan ditindak lanjuti terlebih beberapa laporan baik menuju pada Mendikbud maupun Ombudsman RI. Terlepas dari UN yang sempat membuat beberapa anak sakit, dan mengulang UN karena kesalahan, saya turut mengucap syukur atas nikmat yang luar biasa bisa melaksanakan UN dengan lancar dan selesai. Berikut saya review kejadian-kejadian semasa saya duduk di komputer urutan ke 6 dari ujung.

Haru Pertama
Bahasa Indonesia dengan jumlah soal 50 nomor durasi waktu 120 menit. Diawali absen, membagikan kertas buram, kemudian berdoa lalu mulai mengerjakan. Sebelumnya ketika saya belajar di rumah, Mama selaku bilang “Jangan lupa berdoa, dzikir, baca sholawat sebanyak-banyaknya. Kalau bingung merem terus berdoa, ingat Allah Mahabenar, jadi kembalilah pada Allah untuk kebenaran jawabanmu.”
Sebelum masuk ruangan saya berdoa, membaca sholawat, setelah duduk berdoa bersama, sebelum log in membaca basmallah, sebelum mulai mengerjakan baca basmallah lagi, sebelum mulai baca soal baca basmallah lagi. Setelah pulang sampai rumah baca hamdallah. Namun, itu belum cukup. Baru setengah jam mengerjakan, baru mendapat 18 nomer komputer langsung mati pet. Hampir sempat panik, tapi justru ruangan saya tertawa bersama. Ada yang bilang “Bubar, mulih.”. Atau ” Waduh piye iki? Lagi hari pertama.”. Bahkan ada yang ngomong “Wanjir, lagi entuk sitik, mosok baleni cah.”. Tapi begitupun, ada yang tetap calm sambil dzikir wakakakaaa.

Hari Kedua
Kimia, jumlah soal 40 dengan estimasi waktu sama dengan Bahasa Indonesia. Alhamdulillah lancar, bisa mengerjakan, dan tidak ada gangguan apapun hueeee.

Hari Ketiga
Matematika, 40 soal 120 menit. Cukup menegangkan di mana saya tetap saja tak bisa bermain dengan trigonometri. Walhasil ikhlas jadi pengayem hati.

Hari Keempat
Biologi, 40 soal yang tak terduga. Di luar dugaan akan muncul soal-soal gila. Tapi waktu tetap berjalan, let it flow.

Kemudian Hari Jum’at-Minggu kita liburr. Tapi sayang, saya langsung tepar. Flu dan batuk melanda. Sampai rencana belajar Fisika dari hari Jumat gagal. Belajar pada Minggu malam juga percuma.

Hari Kelima
Fisika, 40 soal yang bikin batuk hebat. Waktu-waktu krusial 5 menit terakhir masih ada 6 soal ragu-ragu bahkan kosong. Ah sial. Tambah batuk hebat, AC mencekat, belum lagi mouse basah karena tangan berkeringat.

Hari Terakhir
Bahasa Inggris 50 soal. Tak mau seperti saat mengerjakan Fisika, saya minum obat batuk ditambah obat anti sakit karena saya sedang haid. Tapi sayangnya waktu sudah berjalan 115 menit tapi saya baru mengerjakan 36 soal dengan jumlah soal ragu-ragu 20. Masih sempat ketiduran 15 menit akibat reaksi obat yang saya minum. Disadarkan oleh Igrit, teman sebelah saya. Kemudian saya kembali mengerjakan. Sempat melirik layar Igrit, dia udah dapat 49 soal. Ghani udah mengulang sampai nomer 16. Lah waktu tinggal 30 menit. Panik, super panik, gobyos.

Wkwk, selepas UN rencana mau ini itu pun digagas. Ya mau renang, ya mau bikin film sama bu Ndaru, ya mau baksos, ya mau nulis lagi jadi bayang bayang. But, apapun itu hampir semua wacana. Ujung-ujungnya cuma bangun, makan, baca wattpad. Sudah. Oya kemarin sempat bantuin Bu Ndaru guru Fisika bikin film buat kompetisi guru teladan dan SIMPOSIUM tahun ini. Hampir 6 jam kita take film yang cukup melelahkan.

image

image

Sambil nunggu battery camera terisi. Ini sama Swasti Niramaya

image

image

Ini Aditya Cahyo Kusumo, baik anaknya, jadi rebutan cewek satu kelas

image

Selagi break, ada yang berembug soal PKN STAN

image

Nah ini sama Bu Ndaru, lagi berembug soal scene presentasi

image

image

Judulnya kehidupan pasca UN

image

image

image

Ini nih, gambar paling bener untuk kehidupanku pasca UN

image

Btw, dapet undangan blogger competition dari BINUS University juga

Tapi, nggak segitu juga santainya saya. Saya juga masih mikir gimana SBMPTN besok, gimana USM STIS yg jadi harapan terbesar. Nggak cuma itu ada banyak cuit juga soal pasca UN. Ada yang bilang, “The last but not the least.”. Atau “This is not the end.”. Atau ” Masih ada ujian selanjutnya.”. Well, itu benar, sangat benar. Sebenarnya sama dengan dunia. Selepas kita hidup di dunia, akan berlanjut di akhirat. Habis UN, terbitlah SBMPTN, USM PTK dan lainnya. But, keep on fire guys! It’s not over, until I win! 😎

Advertisements

3 thoughts on “Kehidupan Pasca UN

  1. Pingback: Kehidupan Pasca UN | Mark Geoffrey Kirshner

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s