Bahahahagia

Semua orang pasti pernah bahagia. Ruri misalnya. Baru saja selepas Magrib menyapa, ia mengirim pesan percakapan terakhirnya bersama si Iman – pujaan hatinya dari ranah minang. Tertegun aku membacanya. Syahdu, pilu, tapi lucu. Aku sempat tertawa dan iri atasnya. Dia yang berpenampilan seperti itu, selalu memiliki “tokoh” atau “sample” tulisan. Wkwkw. Yaa seperti itulah bahagianya seorang Ruri.

Aku, aku juga pernah bahagia. Ketika kutemui masalah, dan aku mampu menyelesaikannya. Aku bangga, sekalipun harus jatuh bangun, terjegal batu, dan hanyut dalam arus kesedihan. Aku pernah bahagia saat sendiri, dan lebih tepatnya selalu bahagia saat sendiri. Sedikit berbeda dengan Ruri yang selalu dihadirkan lelaki, teman, keluarga yang mem-bahagia-kannya. Aku cukup bisa tertawa walau sebenarnya menertawakan diriku sendiri. Aku juga pernah bahagia, ketika aku bisa menghargai diriku sendiri di antara orang yang lebih berharga dibanding kehadiranku. Aku sangat bahagia ketika kereta melewati depan rumahku. Gemuruhnya memberiku semangat, terkadang aku harus berbicara agak keras agar didengar. Hahaha.

Semua orang berhak bahagia. Aku, Ruri, Yuti, kamu, dia, bahkan punggawa negeri yang sedang susah payah bekerja untuk kesejahteraan masyarakat banyak. Semua orang berhak bahagia atas apa saja. Ada juga yang bahagia karena kebaikan, pun sebaliknya. Bahagia karena berbuat kejahatan. Tentu jalan setiap manusia berbeda-beda, dan Tuhan selalu punya cerita menarik di baliknya. Bahagia sebenarnya sederhana, hanya bagaimana kamu mencarinya, meraihnya, menilai, dan mensyukurinya. Bahagia hanya butuh kesadaran. Jika kamu sudah bahagia, apapun akan terasa nikmat. Bahagia memang menyenangkan, tapi tak semua yang menyenangkan menjadi kebahagiaan.

Aku menghadirkan kebahagiaan dari diriku sendiri. Aku bernyanyi sepanjang jalan ketika aku pergi. Dan semua orang heran padaku. Aku suka sekali menulis hal yang biasa saja menurut orang, tapi terkesan bagiku. Aku juga bahagia saat sakit, karena aku bisa ditemui banyak orang. Sedikit – banyak, bahagia hanya bagaimana cara kita mengekspresikan suasana hati. Selebihnya, tetaplah suasana hati tanpa ekspresi.

.

.

Di malam yang gelap,

Di bawah cahaya lampu jalan.

18:53 – Paradise Fall

Advertisements

One thought on “Bahahahagia

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s