Kepada Malam Aku Bercerita, Ketika Pagi Berganti Siang


Aku seperti pagi, yang selalu datang setiap hari meski banyak orang membenci hari yang berganti.

Kamu seperti malam, berhias lampu yang temaram. Begitu indah untuk bercengkrama, dan semua mencintai malam syadu bertabur bintang.

Kita berdampingan, pagi dan malam. Tapi sesungguhnya ada siang di antaranya. Dan ada orang lain di antara kita.

Ketiganya begitu dekat, begitu rekat. Setelah pagi hilang dan berganti siang. Atau siang yang cahayanya memudar dan datang malam.

Maka ketiganya tak mungkin berpisah. Baik pagi, siang, atau malam. Tetaplah begitu.

Begitu kenapa aku tak pernah bisa bersanding utuh denganmu. Karena siang lebih kuat dibanding pagi, dan lebih bersinar daripada malam.

Dan seterusnya, aku dan kamu selalu kalah oleh siang. Kita; aku dan kamu pun tak lagi bisa bersama.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s