KuPer (Kuliah Perdana)

Bagi sebagian mahasiswa, mungkin kemarin adalah hari pertama kuliah di awal semester ganjil. Pun dengan saya dan teman-teman K3 2016. Kami datang pukul 6 lebih sedikit, dengan suasana dingin dan nyamuk bergerumul di sekitar tubuh kami. Kampus kami memang beda dengan kampus pusat. Berada di dekat Kolam Renang Tirtomoyo, Surakarta. Kampus kami cukup panjang sejarahnya.

Meskipun terlihat kuno, kecil, dan lama, bangunan inilah tonggak awal berdirinya Fakultas Kedokteran UNS, namun pasca bersatunya fakultas-fakultas di kampus Kentingan, bangunan ini beralih fungsi menjadi laboratorium forensik. Baru setelah berdirinya prodi Hiperkes dan KK, bangunan ini kembali difungsikan menjadi tempat pendidikan tinggi. Ini secuil sejarah yang umumnya saya tahu, mungkin pembaca adalah orang Solo asli, bisa lebih tahu.

Kami mendapati ruang kuliah 1 belum terbuka. Aku pun tidak mengecek apakah benar masih terkunci atau teman-teman yang lebih dulu datang malas membukanya. Aku juga hanya ikut duduk di serambi ruang kuliah. Menunggu Dokter Istar, dosen Agama Islam datang. Kemudian Pak Istar pun sama percayanya denganku, bahwa pintu masih terkunci. Namun, ketika salah satu temanku Ayu namanya, duduk dan menyenggol pintu tersebut, bukannya kokoh terkunci tapi mental. Sempat aku menyadari bahwa itu terbuka, tapi Pak Istar terburu membuka salamnya.

Walhasil setelah satu jam mendengarkan Pak Istar, aku mencoba menarik gagang pintu itu. Dan walaa, terbuka lebar. Setelah itu kami semua masuk ruangan yang kosong ini. Kami berdiskusi soal nama angkatan, baju angkatan, jargon angkatan, dan ketua kelas A dan B.

Selanjutnya kelas A masuk jam kuliah Pancasila, dan kelas B yakni kelasku diundur jam 14.55 karena Pak Fadhil ada jam mengajar di FP Kentingan. Setelah tiba waktu kuliah Pancasila, kami hanya diberi tugas presentasi dengan beberapa sub tema. Setelah itu, kami pulang.

Guys, kuliah beginilah adanya. Di kala senggang menunggu dosen, sepertinya lama. Ketika kuliah berada di kelas terlihat asik. Hanya saja, ingatlah bahwa tugas akan segera menumpuk dan beranak pinak jika tidak segera diselesaikan.

Dan untukmu pembaca setiaku, inilah sedikit sudut di kampus Laskar Pelangiku.

Parkir belakang, ramai yaaa

Ruang aula, tapi lebih tepatnya seperti lapangan badminton indoor

Ruang terbuka hijau, tempat nyamuk bergerumul

Kuliah Agama

Rembug angkatan

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s