SPB [Part 3]: Moving Class 2 “Membangun Jiwa Enterpreneurship Mahasiswa”

Hiyaaaak. Sampailah kami pada Mocas 2. 1 2 3 Yeaaaayyy! Nah apa yang diusung pada Mocas 2 ini? Masih berhubungan dengan ekonomi, Mocas ke 2 menanamkan nilai Enterpreneurship. Eitsss, di sini kami membahas enterpreneurship secara berbeda lho! Bedanya gimana? Penasaran? Yuks, ikuti resume saya. Hihiii, semoga bermanfaat.

Pengangguran di negeri serba jadi merupakan fenomena yang sudah lama terjadi. Melalui Bapak Ahmad Adip, beliau memotivasi kami untuk berwirausaha dan membuka lapangan pekerjaan bagi para orang-orang yang kurang beruntung mendapatkan pekerjaan. Selain menjadi jawaban atas problema ekonomi, seorang yang dapat membuka usaha dan membantu mereka yang kurang beruntung pasti menumbuhkan kebahagiaan dan kebanggan tersendiri.

Bagaimana jika berwirausaha selagi menjadi Mahasiswa? Nah, pertanyaannya mungkin sama dengan mahasiswa lainnya.

“Nanti susah ngerjain tugas.”

“Boro-boro jualan, ngerjain laporan udah kejar-kejaran. Huuft.”

Nah, sebenarnya banyak lho mahasiswa bahkan anak sekolah yang sudah mulai usaha sejak dini. Bukan karena latar belakang keluarga usaha, tetapi juga pandai melihat peluang dan kesempatan yang ada. Terlebih di zaman yang serba gampang seperti saat ini. Jawabannya pasti, berwirausaha tanpa melupakan kewajiban sebagai seorang mahasiswa. Ayeee!

Satu hal yang harus kita pegang ketika sudah terjun dalam dunia usaha, yaitu YAKIN BERHASIL. Jika menumbuhkan keyakinan sembari menumbuhkan usaha, maka keduanya akan sama-sama tumbuh subur. Eitzz, sebelum terbentuk keyakinan berhasil, pasti disadari bahwa semua langkah membutuhkan keberanian alias nyali. Nah, jika soal nyali, tentu mari kita berkaca diri. Menilai diri kita, membuat check list bagaimana diri ini, kekurangan, kelebihan, peluang, dan nilai jual. Untuk mengetahui siapa diri kita yang harus kita pelajari sebagai berikut:

  1. Evaluasi diri sendiri
  2. Mengetahui, menyadari, memahami kapasitas diri kita
  3. Memetakan diri

Selain berusaha dari diri sendiri, kita juga perlu melihat potensi yang ada pada negeri ini. Di mana potensi-potensi tersebut dapat mendukung usaha kita. Apa saja itu? Berikut ini:

  1. Jumlah perusahaan yang banyak dan mumpuni
  2. Jumlah BUMN (140 BUMN dan 13 sektor usaha)
  3. Jumlah bahasa (546 bahasa)
  4. Jumlah suku budaya (1.128 suku)
  5. Jumlah penduduk (250 juta jiwa)
  6. Luas daratan (1.906.240 km2); flora, fauna
  7. Luas laut (3.287.101 km2); tumbuhan laut, spesies ikan
  8. Luas area (5.193.250 km2)

Nah, dengan sekian banyak potensi tersembunyi apa lagi yang kita tunggu? Mulai usaha dari hal kecil yang akan tumbuh menjadi hal besaar. Yeaayyy!

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s