SPB [Part 5]: Moving Class 4 “Manajemen Aksi”

Yak sampailah saya dipenghujung materi Sekolah Penerus Bangsa di mana kali ini saya dan teman-teman siswa SPB mendapat kesempatan untuk mengenal lebih dalam apa itu ‘aksi’, ‘pergerakan mahasiswa’ dan sejenisnya.

Kemarin tepatnya hari Sabtu (15/10) kami mendapat materi “Manajemen Aksi” dari salah satu anggota BEM UNS. Kemudian kami diberi ‘suntikan’ pembakar semangat oleh Teh Emil yang sudah melanglang buana menggelar dan menggelegarkan aksi mahasiswa di Ibukota maupun di Solo.

Well, di sini saya mungkin salah satu siswa SPB yang benci demo karena saya berpikir bahwa masih banyak lini perjuangan dan pergerakan yang bisa saya isi selain demo. Tetapi, sebagai bentuk nyata bahwa saya menjadi siswa yang baik, saya mengikuti simulais aksi kali ini. Di mana kami mengusung tema “UKT”, yuhuuu.

Barisan siswa SPB dengan amunisi mereka

Dan inilah bagian dari caption saya di instagram mengenail pengalaman baru saya.

Yaa, sebagaimana pemuda lainnya. Naluriah bahwa setiap manusia dikaruniai pemikiran yang olehnya digunakan atau tidak secara baik itu hak individu tersebut.

Jadi ceritanya saya tadi habis demo. Yaa meskipun SIMULASI saja, tapi entah mengapa teman-teman saya begitu membara dan total. Hehe, sedangkan saya, masih mencari maknanya sampai foto ini terupload. (Mungkin jika isunya sesuai ketertarikan saya, bisa jadi saya akan kebih total di dalamnya)

Awalnya saya mengikuti rangkaian acara ini bukan karena tanpa sebab. Ada beberapa alasan pribadi, hehe dan sudah terlanjur terdaftar. Jadi kalau mau batal, kan nggak pantas. Di awal screening saya sudah tekankan bahwa pergerakan saya bukan di jalan. Bukan karena ingin menyimpan jaket dari terik matahari, juga bukan karena takut tersakiti kawat berduri. Tapi saya tetap mendukung semua pergerakan karena itu adalah pilihan dan hak masing-masing mahasiswa. Dan masih banyak lini pergerakan yang mesti diisi mahasiswa dan pemuda berbakat lainnya untuk mendorong perubahan, bukan menciptakan secara instan sesaat.

Meskipun demikian, setiap ilmu adalah karunia Tuhan. Dan tiada ilmu yang berdosa, tapi manusia sebagai subjeknyalah yang berdosa ketika menyalahgunakan ilmu tersebut. Hari ini ilmu manajemen aksi, aksi tidak selalu rusuh, anarki bukan rusuh, isu YUKEYTI, pergerakan mahasiswa. Sekian dan selamat beraksi! 

“Sekali, dua kali boleh ‘ngawan’. Setelah itu, ingat gravitasi. Pijaklah bumi, mari kembali beraksi”- Teh Emil.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s