Berbenah(?)

Tulisan ini berisi pengalaman menyedihkan. Tapi aku berniat membaginya sebagai pelajaran berharga.

Minggu ini sangat mengesankan. Dari kebut-kebutan cari waktu yang uye buat buka KHS, sampai bergelut dengan diri sendiri. Diawali dengan kecemburuan yang sangat tidak beralasan. Kemudian ujian yang kian hari kian menyedihkan. Sangat menyedihkan.

Cemburu. Tiba-tiba aku merasa cemburu terhadap perlakuan orang tuaku. Perkuliahan sudah berjalan tepat satu semester. Dan inilah hasil pertamaku, tapak kaki pertama dan yang kuharapkan bisa membuktikan semuanya jika aku memang tidak terlalj berharap. Walhasil Allah memang sedang bermain apik. Aku tak berkutik. Niatku untuk colut langsung ditampik. Begitupun Mamaku yang seakan menertawakan hancurnya niatku dan merayakan kemenangannya. Ya, aku kalah. Hasilnya di luar dugaan, bukan buruk, tapi alhamdulillah bagus. Bukan maksudku meninggikan diri, tapi memang permainan Allah sedang bagus-bagusnya. Di antara teman-temanku yang sekuat tenaga, berniat penuh di jalan ini, harus lebih menggenjot semangat dan mentalnya di semester depan, tapi aku berharap bisa colut. Menyedihkan. Dan pembuktian luar biasa, hasil semester ini mematahkan janjiku untuk colut semester depan. Janji yang sudah kusebut nazar, kini harus kusebut impian terbuang. Haha.

Jika dibandingkan dengan IP semester pertama kakakku, bisa dibilang masih tinggi milikku. Kami sama-sama masuk pada jurusan yang entah kami bisa jalani atau tidak. Tapi kakakku masih memiliki semangat karena impiannya masuk universitas kesayangannya terwujud. Meskipun bukan di jurusan yang prestis. Dan lebihnya lagi, kakakku mulai menemui passion-nya di situ. Sedangkan aku? Bahkan aku hanya ingin berkuliah karena bertemu teman-temanku. Tidak lebih. Soal bagaimana belajar, ya masih SKS (Sistem Kebut Semalam). Aku memang bukan pembelajar terbaik di kuliah. Tapi aku berharap bisa belajar dengan benar dan tepat. Cukup itu saja. Benar berarti jujur, tepat berarti sesuai porsi kemampuan otakku. Mungkin banyak penelitian yang mengungkapkan bahwa sepanjang hidup kita, kita hanya menggunakan 8-15% dari volume otak kita. Tapi, aku memiliki alarm sendiri dan mencoba bersikap teratur juga mengurangi sikap berantakan yang mendarah di pembuluh darahku.

Cemburu. Aku merasa cemburu ketika kakakku selalu ditunggu kepulangan dan ceritanya soal perkuliahan. Dan aku? Hanya tertidur, bangun untuk mandi dan ibadah, lalu bermalasan sambil membaca buku. Apalagi rangkaian usahaku bertahan hidup di jalan ini (perkuliahan) tidak sedikitpun menarik perhatian Mamaku -yang notabene menjerumuskanku di sini. Dan berharap aku tetap di jalan ini. Sampai akhir. 

~

Menyakitkan. Kuharap bisa dibilang begitu. Selama seminggu lalu, bahkan hingga hari ini aku berada pada grafik yang sangat buruk. Kesehatan bukan jadi perhatian penting ketika aku libur seperti ini. Bahkan kurasa aku lebih makmur ketika di kos, dibanding ketika libur walaupun di rumah. Bangun dengan malas di Subuh, kemudian tidur lagi hingga tengah hari. Kupaksakan mandi dan kembali beribadah. Kucukupkan. Rasa lapar jarang menyerbu. Menonton tv sejenak, membaca, lalu tidur lagi hingga malam. Ketika yang lain terlelap, aku mulai menjaga tungku berapi. Berharap perut ini setidaknya terisi agar tetap bisa buang air esok pagi. Kemudian menunggu makanan itu teraduk dengan asam lambung, hingga sepertiga malam. Lalu terlelap lagi. Ya, seperti siklus yang aneh, menjijikkan. Makan sekali sebelum tidur. Mandi sehari 2x tapi hanyama berselang 3 jam. Mulai lagi mencintai kopi pekat, air jeruk, dan air putih dingin.

Perilaku kurang bersyukur harus berhenti. Bukan karena aku menyadarinya sekarang. Tapi karena Allah sudah datang dengan berbagai macam penyakit. Yang membuatku pulang pergi rumah sakit. Terancam menghabiskan uang, bolak-balik jarak jauh. Bahkan untuk tersenyum saja harus menghabiskan jutaan. Hmm-

Apalah daya, yang kudapat kini adalah ganjaran. Mungkin lebih baik aku sedikit lugu. Dan kembali pada sikap teratur lagi.
Belum terlambat untuk berbenah. Tapi kayanya kedua orang tuaku mulai menyadari. Bahwa anak gadis satu-satunya ini sangat lemah, menyedihkan. Walaupun sukanya es krim 3ribuan, tubuhnya terus menerus diterpa penyakit. Ya mules ternyata luka lambung, ya bisa bab tapi berdarah, ya gigi berlubang ternyata parah, ya pusing ternyata pembuluh otaknya merekah. Terus menerus. Seperti suka sekali ke sini. Menyedihkan. Mungkin lebih baik berbenah sekarang sebelum semuanya tambah parah. Seperti kembali pada ketergantungan obat kimia, atau kembali membatasi gerak demi mengurangi cidera.

Aku bingung ketika didefinisikan perempuan hiperaktif, celelekan, guyonan, atau cak cek was wet. Kurasa akulah perempuan termalas, Mamaku pun berkata demikian. Aku malas sekali bangun setelah subuh, dan memilih bermimpi lagi. Aku selalu menunda mencuci piring sampai Mamaku pulang bekerja. Aku juga selalu menunda belajar sampai waktu ujian. Dan memilih berhenti beraktivitas ketika porsinya berlebihan. Eksentrik? Tidak terlalu. Hanya saja aku masih enggan berbenah, meskipun sudah sangat menyedihkan. Aku menikmatinya, agaknya orang lain berpikir beda. Haha.

Ini, masih belum waktunya berbenah. Sampai benar-benar aku berniat untuk berubah. Seperti power ranger yang tidak akan berubah jika tidak sedang melawan monster. Wuhuu. Wkwk. Akupun meminta maaf kepada semuanya, ketika janji atau kesepakatan yang kita buat adanya luput mendadak. Karena kurasa diriku sendirilah yang tahu menahu keadaan sebenarnya tubuhku. Apakah aku mampu berkendara jauh, mengetik tulisan ini, atau bahkan hanya sekadar duduk -karena detik ini aku didiagnosis sementara ambeien. Jadi harap jangan dimaklumi karena dengan sengaja aku membiarkan tubuh ini lapuk akan kebiasaan buruk. Cukup maafkan saja, aku sudah sehat rohani tidak termasuk jasmani.

Untukmu, selalulah sehat. Karena Allah yang paling pemurah. Bahkan untuk menjaga gigiku agat tetap tertancap butuh uang jutaan, tapi menghadapNya cukup minimal 5x sehari. Betapa mudahnya?

Advertisements

2 thoughts on “Berbenah(?)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s