Belajar dan Berbagi adalah Siklus Kehidupan

Matur sembah nuwun lo Mas Shofwann. Hihiii. Ungkapan ‘fans’ membuat saya tercengang sesaat. Karena dari sekian lama menulis dan sekian dikitnya karya saya, baru kedua kali ini dinotice orang lain. Semoga menjadi lebih baik ke depannya. Hehe. Sekali lagi matur nuwun Mas Shofwan, semoga tulisannya berkaah~

Jurnal Shofwan

Akhir pekan kemarin adalah akhir pekan yang paling luar biasa dan sangat menyenangkan. Pertama, saya sudah menjadwalkan untuk mengikuti kelas Mendongeng #2 bersama kak Rona Mentari di Jogja. Tepatnya tanggal 11-12 dari jam 8 pagi hingga jam 1 siang. Tapi ternyata beberapa hari sebelumnya, saya dihubungi seorang teman, sebut saja Tria Rahmawati penggagas Youth Project Social. Saya diberi kesempatan untuk berbagia di acara Solo Social Camp tentang Social Movement. Satu materi yang sebenarnya saya juga belum terlalu percaya diri membawakannya. Tapi diyakinkan lagi bahwa saya pasti bisa.

Dan yap. Petualangan dimulai. Hari pertama dilibas dengan naik motor ke Jogja, hingga siang dan sorenya langsung tancap gas lagi menuju Tawangmangu untuk acara Solo Social Camp.

Mbak Rona Mentari membawakan kelas Mendongeng

Bersama teman yang lain berusaha memainkan ekspresi bahagia

Di kelas mendongeng ini saya belajar banyak hal baru. Apa esensi dari dongeng, bagaimana mendongeng yang menarik hingga hal-hal dasar yang bisa…

View original post 265 more words

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s