Belenggu

Lebih sering kita terpenjarakan oleh pemikiran-pemikiran, prasangka-prasangka, duga menduga. Atau kita membelenggu diri dalam retorika semu dan dusta. Tak jarang kita nikmati juga luka yang sama, dari sayatan yang sama. Kita hanyalah sedang bermain drama, tapi anehnya kita terlalu menganggapnya nyata.

Penjara ini sungguh memilukan. Setiap suara ditekan, mulut dibungkam, gerakan dipatahkan, nyawa dihilangkan. Dan semua itu berawal dari pikiran. Belenggu ini mengikat kencang dosa-dosa dan kebaikan, membuatku semakin ragu berbuat sesuatu. Dan kupikir, belenggu ini harus ditembus. Tapi ternyata, kemarin aku kalah. Aku mesti melepaskan diri dengan banyak luka. Dan tertatih keluar dengan perih. Melangkah jauh, meninggalkan titik darah. Sampai ujung kebaikan, menjemput Tuhan.

Kita ialah makhluk pemilih, maka memilihlah untuk tidak dibelenggu.

Allah Mahabaik, beneran ini. Semangat terus!

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s